Gudang sumber kode Django

Ketika menyebarkan apliaksi Django kedalam lingkungan produksi sebenarnya, anda akan hampir selalu ingin menggunakan an official packaged release of Django.

Bagaimanapun, jika anda suka mencoba kode dalam-pengembangan dari terbitan akan datang atau menyumbang ke pengembangan Django, anda akan butuh mendapatkan salinan dari gudang kode sumber Django.

Dokumen ini mencangkup cara gudang kode ditata dan bagaimana bekerja dengan dan menemukan hal-hal di dalamnya.

Ikhtisar tingkat-tinggi

Gudang kode sumber Django menggunakan Git_ untuk melacak perubahan pada kode setiap waktu, jadi anda akan butuh salinan dari Git client (sebuah program dipanggil git) di komputer anda, dan anda akan ingin mengakrabkan diri anda dengan dasar-dasar dari bagaimana Git bekerja.

Jaringan situs Git menawarkan unduhan untuk beragam sistem operasi. Situs juga mengandung jumlah besar documentation.

Gudang Git Django bertempat daring di github.com/django/django. Itu mengandung kode sumber penuh untuk semua terbitan Django, dimana anda dapat melihat-lihat secara daring.

Gudang Git menyertakan beberapa branches:

  • master mengandung kode dalam-pengembangan utama yang akan menjadi terbitan paket selanjutnya dari Django. Ini dimana kebanyakan kegiatan pengembangan terfokus.
  • stable/A.B.x adalah cabang-cabang dimana persiapan terbitan kerja terjadi. Mereka juga digunakan untuk perbaikan kesalahan dan terbitan keamanan yang muncul seperlunya setlah terbitan awal dari versi fitur.

Gudang GIT juga mengandung tags. Ini adalah perbaikan benar dari paket terbitan Django yang telah diproduksi, sejak versi 1.0.

A number of tags also exist under the archive/ prefix for archived work.

Kode sumber untuk situs jaringan Djangoproject.com dapat ditemukan pada github.com/django/djangoproject.com.

Cabang master

Jika anda suka mencoba kode dalam pengembangan untuk terbitan selanjutnya dari Django, atau jika anda suka menyumbang pada Django dengan memperbaiki kesalahan atau mengembangkan fitur baru, anda akan ingin mendapatkan kode dari cabang master.

Catat bahwa ini akan mengambil semua dari Django: sebagai tambahan paad tingkat-tinggi modul django mengandung kode Python, anda akan juga mendapatkan salinan dokumentasi Django, deretan percobaan, tulisan pemaketan dan bit bermacam-macam lainnya. Kode Django akan hadir di kloning anda sebagai pelipat dinamai django.

To try out the in-development code with your own applications, place the directory containing your clone on your Python import path. Then import statements which look for Django will find the django module within your clone.

Jika anda akan bekerja pada kode Django (katakan, memperbaiki kesalahan atau mengembangkan fitur baru), anda dapat mungkin berhenti membaca disini dan pindah ke the documentation for contributing to Django, yang melingkupi hal-hal seeprti gaya pengkodean yang dipilih dan bagaimana membangkitkan dan mengajukan sebuah tambalan.

Cabang stabil

Django uses branches to prepare for releases of Django. Each major release series has its own stable branch.

Cabang-cabang ini dapat ditemukan dalam gudang sebagai cabang-cabang stable/A.B.x dan akan dibuat tepat setelah alpha pertama di labeli.

Sebagai contoh, segera setelah Django 1.5 alpha 1 ditandai, cabang stable/1.5.x dibuat dan semua pekerjaan lebih jauh pada persiapan kode untuk terbitan 1.5 akhir selesai disana.

Cabang-cabang ini juga menyediakan dukungan perbaikan kesalahan dan keamanan seperti digambarkan dalam Versi didukung.

Sebagai contoh, setelah terbitan Django 1.5, cabang stable/1.5.x hanya menerima perbaikan untuk keamanan dan kesalahan kestabilan kritis, yang biasanya diterbikan ketika Django 1.5.1 dan selanjutnya, stable/1.4.x hanya menerima perbaikan keamanan dan kehilangan data, dan stable/1.3.x tidak lagi menerima pembaharuan apapun.

Riwayat informasi

Kebijakan ini untuk menangani cabang-cabang stable/A.B.x telah dipungut dimulai dengan siklus terbitan Django 1.5.

Sebelumnya, cabang-cabang ini tidak dibuat sampai benar setelah diterbitkan dan stabilisasi pekerjaan muncul pada cabang gudang utama. Dengan demikian, tidak ada pekerjaan pengembangan baru untuk terbitan selanjutnya dari Django dapat diserahkan sampai terbitan akhir terjadi.

Sebagai contoh, pendeknya setelah terbitan dari Django 1.3 cabang stable/1.3.x dibuat. Dukungan resmi untuk terbitan itu telah berakhir, dan itu tidak lagi menerima perbaikan langsung dari proyek Django. Bagaimanapun, itu dan semua cabang-cabang yang bernama mirip lanjut tetap ada, dan anggota komunitas yang tertarik terkadang menggunakan mereka untuk menyediakan dukungan tidak resmi untuk terbitan Django lama.

Tag

Setiap terbitan Django ditandai dan ditanda tangani oleh penerbit.

Etiket dapat ditemukan pada halaman tags GitHub.

Archived feature-development work

Riwayat informasi

Sejak Django pindah ke Git di 2012, siapapun dapat menggandakan gudang dan membuat cabang mereka sendiri, mengurangi kebutuhan cabang-cabang resmi di gudang kode sumber.

Bagian berikut kebanyakan berguna jika anda menjelajah riwayat gudang, sebagai contoh jika anda sedang memahami bagaimana beberapa fitur telah dirancang.

Cabang-cabang pengembagan-fitur cenderung secara alami untuk sementara. Beberapa menghasilkan fitur berhasil yang menggabungkan kembali ke pemilik Django untuk menjadi bagian dari terbitan resmi, tetapi lainnya tidak; dengan kata lain, ada saatnya ketika cabang tidak lagi aktif dikerjakan oleh pengembang manapun. pada titik ini cabang dianggap ditutup.

Django used to be maintained with the Subversion revision control system, that has no standard way of indicating this. As a workaround, branches of Django which are closed and no longer maintained were moved into attic.

A number of tags exist under the archive/ prefix to maintain a reference to this and other work of historical interest.

The following tags under the archive/attic/ prefix reference the tip of branches whose code eventually became part of Django itself:

  • boulder-oracle-sprint: Ditambahkan dukungan untuk basisdata Oracle pada pemeta keterhubungan-obyek Django. Ini telah menjadi bagian Django sejak terbitan 1.0.
  • gis: Ditambahkan dukungan untuk permintaan geografis/spasial ke pemetaan hubungan-obyek Django. Ini telah menjadi bagian dari Django sejak terbitan 1.0, sebagai aplikasi digabung django.contrib.gis.
  • i18n: Added internationalization support ke Django. Ini telah menajdi bagian dari Django sejak terbitan 0.90.
  • magic-removal: Refactor utama dari kedua API internal dan umum dari pemetaan hubungan obyek Django. Ini telah menjadi bagian dari Django sejak terbitan 0.95.
  • multi-auth: Refaktor dari Django's bundled authentication framework yang menambahkan dukungan untuk authentication backends. Ini telah menjadi bagian dari Django sejak terbitan 0.95.
  • new-admin: Refaktor dari Django's bundled administrative application. Ini menjadi bagian dari Django mulai terbitan 0.91, tetapi telah digantikan oleh refaktor lainnya (lihat daftar selanjutnya) sebelum terbitan Django 1.0.
  • newforms-admin: Refaktor kedua dari aplikasi administratif gabungan Django. Ini menjadi bagian dari Django mulai terbitan 1.0, dan adalah dasar dari jelmaan saat ini dari django.contrib.admin.
  • queryset-refactor: Refaktor dari pemetaan hubungan obyek Django internal. Ini menjadi bagian dari Django mulai terbitan 1.0.
  • unicode: Refaktor dari internal Django pada ketetapan menggunakan deretan karakter berbasis Unicode di kebanyakan tempat dalam Django dan aplikasi Django. Ini menjadi bagian dari Django mulai terbitan 1.0.

Additionally, the following tags under the archive/attic/ prefix reference the tips of branches that were closed, but whose code was never merged into Django, and the features they aimed to implement were never finished:

  • full-history
  • generic-auth
  • multiple-db-support
  • per-object-permissions
  • schema-evolution
  • schema-evolution-ng
  • search-api
  • sqlalchemy

Finally, under the archive/ prefix, the repository contains soc20XX/<project> tags referencing the tip of branches that were used by students who worked on Django during the 2009 and 2010 Google Summer of Code programs.

Back to Top